ADHD atau Attention-Deficit/Hyperactivity
Disorder seringkali bergandengan dengan depresi, kecemasan, dan
gangguan bipolar. Itulah salah satu penyebab mengapa ADHD pada orang dewasa
jarang terdeteksi dan akhirnya mendapatkan pengobatan yang kurang tepat.
“Beberapa gejala ADHD pada orang dewasa sedikit berbeda dengan anak-anak,” kata dr. Andri, psikiater dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang. Hal ini disebabkan karena tuntutan lingkungan dan tanggung jawab orang dewasa yang lebih tinggi daripada anak-anak. Jadi, Anda tak akan menemukan pengidap ADHD dewasa yang berlari-lari tanpa henti atau tiba-tiba berdiri di atas meja, seperti yang mungkin terjadi pada anak-anak.
Berikut ini beberapa tanda yang ditunjukkan oleh pengidap ADHD dewasa:
“Beberapa gejala ADHD pada orang dewasa sedikit berbeda dengan anak-anak,” kata dr. Andri, psikiater dari Rumah Sakit Omni Alam Sutera, Tangerang. Hal ini disebabkan karena tuntutan lingkungan dan tanggung jawab orang dewasa yang lebih tinggi daripada anak-anak. Jadi, Anda tak akan menemukan pengidap ADHD dewasa yang berlari-lari tanpa henti atau tiba-tiba berdiri di atas meja, seperti yang mungkin terjadi pada anak-anak.
Berikut ini beberapa tanda yang ditunjukkan oleh pengidap ADHD dewasa:
- Sulit berkonsentrasi dan tetap fokus. Pengidap ADHD dewasa sulit tetap fokus pada hal-hal rutin. Konsentrasi sering buyar dan cenderung mudah bosan dengan hal-hal yang tidak menarik perhatiannya. Saat melakukan sesuatu cenderung penuh perjuangan. Namun, kesulitan memerhatikan hal-hal yang detil. Akibatnya, pekerjaan yang mereka lakukan menjadi tidak sempurna. Selain itu, mereka juga sulit mengingat dan mengikuti perintah atau petunjuk.
- Hiperfokus. Pada beberapa kasus, pengidap ADHD justru terlalu fokus – terutama pada pekerjaan-pekerjaan yang menstimulasi rasa penasaran atau yang menurut mereka dapat memberikan manfaat bagi mereka. Namun, pada akhirnya malah kehilangan waktu dan kesempatan untuk melakukan pekerjaan lain yang sebenarnya lebih penting, atau yang seharusnya mereka kerjakan. Akibatnya, ini membuat mereka mengalami kesulitan sendiri.
- Disorganized dan mudah lupa. Kesulitan untuk mengorganisasi pekerjaan. Mereka suka menunda-nunda pekerjaan dan menganggapnya remeh. Sejalan dengan hal itu, mereka biasanya kesulitan memilih prioritas. “Mereka cenderung hidup dalam ‘kekacauan’ dan melakukan hal-hal yang di luar kontrol,” kata dr. Andri. Nah, coba amati kembali rumah atau meja kerja Anda. Selalu berantakan? Bisa jadi ini pertanda lain dari ADHD bagi Anda. Penderita ADHD juga memiliki daya ingat yang buruk.
- Impulsif. Beberapa pasien ADHD dewasa sering merasa kesulitan dalam menahan diri – baik dalam perilaku, berbicara maupun merespon sesuatu. Ini membuat mereka menjadi terbiasa untuk bertindak cepat tanpa berpikir panjang dan menimbang konsekuensi yang akan mereka terima.
- Emosional. Anda mudah marah dan frustasi? Itu adalah tanda lain akan ADHD. Penderita ADHD cenderung sulit mengontrol suasana hati. Beberapa hal lain yang juga sering mereka alami adalah merasa tidak dihargai, sulit beradaptasi, sulit untuk termotivasi, tidak bisa menerima kritik, rendah diri, dan mudah tersinggung.



